Day 9 : Surat Cinta Masa Kecil #KampusFiksiChallenge

Kepada

Yth. Bapak/Ibu Wali Kelas

SDN Sukamicin 01 Sore

Bersama dengan surat ini kami memberitahukan bahwa, anak kami yang tersebut di bawah ini :

                      Nama : Al Eldul

                      Kelas : VI B

Tidak dapat mengikuti pelajaran hari ini, dikarenakan ada kepentingan keluarga. Demikian pemberitahuan kami. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Ttd

Bapaknya Al Eldul

***

Advertisements

Day 8 : Me vs What People Said #KampusFiksiWritingChallenge

Beberapa hari lalu, aku menulis 30 fakta tentang diriku di sini untuk memenuhi writing challenge sebelah, isinya fakta-fakta micin, receh, nggak penting dan memalukan tentangku tapi aku bangga #heh. Nah sekarang Momon KF juga bikin tema soal fakta diri sendiri. Ini Momon emang paling pinter yak bikin orang yang ikut challenge terpaksa nyebarin aib diri sendiri ke khalayak ramain. Nanti di Jungwok dikubur di pasir rame-rame aja gaes. Tapi bedanya, fakta kali ini mesti dibandingin sama opini publik. Dan tema ini kesulitannya sama dengan tantangan yang temanya apa yang kubanggakan tapi diremehkan orang lain. Soalnya aku nggak terlalu peduli (gak peka/gak tahu/gak ngeh) sama apa kata orang tentangku, jadi ya ternyata aku cuma bisa nemu ini aja gaes. Micin juga pulak faktanya. Gapapa ya 😐

  • Dari kecil sampe sekarang “Lia itu ketawa terus ya, ceria terus, nggak pernah sedih, kayaknya nggak punya masalah hidup” – eyke manusia biasa juga manteman, cuma mungkin emang bawaan dari sononya begidasan, pencilakan, cengengesan, kek gini, makanya kek ceria terus. Ngapain sedih-sedih diliatin ke orang banyak. Paling aku cerita ke orang terdekat dan terpercaya. Asal kalian tau beban hidupku, beeeehhhh, pada mau nyoba nanggung kah??
  • Pas SMP sering ada yang bilang gini, “Belajar terus ya tiap hari? Pantes juara kelas terus.” – Aku nggak belajar tiap hari, banyakan maen dan keluyuran. Tapi aku tetep belajar kalo besoknya ujian, alias SKS. Sistem Kebut Semalam. Dan dari yang banyak orang tau aku ini pinter, padahal nggak, aku cuma beruntung, pas nyontek nggak pernah ketahuan. Itu aja.
  • Lulus SMA, “Wah, akhirnya pake jilbab juga. Mau tobat ya?” – Gaes, percayalah, aku belum sealim tajah qoida apalagi tajah farrahnanda, apalagi mamah dedeh sampe-sampe Pak Edi nyama-nyamain aku dengan beliau sehingga aku dipanggil MamahLia sampe sekarang sama anak-anak seantero KF. Aku dulu itu, berjilbab karena aku potong rambut bondol layaknya anak SD baru akil balig gitulah gaes. Jadi ceritanya, pas bapakku tau aku potong rambut cem begitu, aku dimarahi habis-habisan, nyaris diusir dari rumah. Kemudian bapakku bertitah, “Mulai besok, pake jilbab!! Kalo nggak, gausah pulang!!” Siapa berani bantah?? Nah berhubung itu udah hampir lulus SMA, nggak mungkin jahitin baju seragam baru lagi lengan panjang, jadi aku di sekolah tetep bondol begitu sampe lulus. Cuma kalau keluar rumah lalu berlanjut sampe kuliah dan sampe sekarang, akhirnya berjilbab terus. Insya Allah lebih baik daripada sebelumnya, tapi pencilakan tetep :’D picmix-28102012-151315
  • “Lia makannya banyak” – salah, aku makannya sedikit, ngemilnya yang banyak.

 

Sekiaaaan 🙂

 

Day 6 : P.R.O.U.D

Agak susah juga ya Mon temanya. Hmmm. Aku mikir cukup lama buat bahas tema hari ke 6 dari Momon Kampus Fiksi ini. Karena sebenarnya aku sendiri bingung apa saja hal yang kubanggakan dan apakah ada yang meremehkan atau mencibir di belakang atau tidak. Karena jujur aku tipe yang ga terlalu peduli sama kata orang lain, jadi aku nggak terlalu peduli atau terpengaruh kalau ada orang yang meremehkanku. Atau mungkin aku tidak peka? :’D

Tapi kalau ditanya beberapa hal yang pernah membuatku bangga mungkin adalah sebagai berikut : 

  • Waktu terpilih jadi ketua OSIS di SMP 
  • Juara 2 NEM tertinggi di SMP
  • Lolos SPMB Universitas Brawijaya
  • Novel pertama dan kedua terbit 

Dikit banget dan biasa aja ya :’D Gapapa deh :’D 

See you next day 🙂

Day 5 : 3 Film Paling Berkesan #KampusFiksiWritingChallenge

Beberapa waktu lalu aku sudah pernah posting tentang 4 film yang nggak akan bosen-bosen aku tonton meskipun berkali-kali. Tema kali ini hampir mirip sih sama posting-an itu tapi ini tentang film yang berkesan. Berkesan berarti bukan berarti film-nya bagus kan ya? Bisa jadi karena ada kisah di balik film itu bisa jadi alasan. Oke aku coba kasih list-nya. Jujur aku selalu bingung kalau harus mengklasifikasikan, film mana yang paling bagus, film apa yang berkesan dan sebagainya. Karena aku suka nonton film tapi hanya nonton film yang aku suka aja. Jadi film yang kutonton sampai habis, udah pasti bagus buatku. Ah ya sudahlah. Berikut adalah 3 film yang paling berkesan yang pernah aku tonton :

Running Home (1999) 

mv5bmjayotg1odqwmv5bml5banbnxkftztgwodgwotk1mde-_v1_

Film ini aku tonton sekitar tahun 2001-2002 an di SCTV, tengah malam. Ceritanya tentang seorang remaja yang kabur dari rumah karena suatu masalah, aku lupa ceritanya haha. Aktornya nggak terkenal, tapi aku ingat banget namanya Kristian Ayre, sampe waktu itu aku tulis namanya di tembok kamar, soalnya ganteng. Bhahaha. Kenapa berkesan? Karena tokoh Matt di film ini seusia sama aku waktu itu, dan seperti kebanyakan remaja pada umumnya pasti ngalamin yang namanya konflik pencarian jati diri, bete dengan orang tua di rumah atau sekolah, dan sesekali pengen kabur. Di film itu cara dia bertahan hidupnya pas kabur dari rumah keren banget, jadi waktu itu aku sempet kepikiran pengen kabur juga. Tapi untungnya nggak sampe kejadian. Bhahaha. Ntahlah, kadang kalo kita nonton film random apalagi film dan aktornya nggak terkenal, kita bakal lupa judulnya apalagi jalan ceritanya, tapi nggak tau kenapa film ini nempel terus sama aku.

The Grudge (2004)

mv5bmjixodg1nzc3nf5bml5banbnxkftztcwmjm0mjezmw-_v1_sy1000_cr006721000_al_

Film ini berkesan karena waktu itu aku nonton bareng sama genk-ku pas SMA. Berkesannya kenapa? Karena film yang harusnya serem dan kita takut nontonnya, malah jadi komedi karena nonton bareng mereka. Dan seingatku, ini satu-satunya film yang pernah ditonton bareng-bareng sama mereka. Karena kita nontonnya pas udah mau lulus SMA. Setelah itu masih sih sering ngumpul-ngumpul, tapi udah nggak pernah sambil nonton film lagi seseru kayak pas nonton film ini.

Me vs High Heels (2005)

me_vs_high_heels

Film ini berkesan karena ini adalah film pertama yang aku tonton di bioskop. Ahahahaa XD

***

 

 

Day 4 : When I First Met You #KampusFiksiWritingChallenge

Aku bersyukur Tuhan sudah memberiku kekuatan ingatan sejak umur tiga tahun. Meski samar-samar tapi aku ingat betul saat itu, saat kita berdua masih sama-sama hanya pakai celana dalam dan kaus kutang, ketika kita diperkenalkan. Kamu di kamarmu, bersama kakak perempuanmu, dan aku di kamarku dengan tanteku, melalui jendela dari kamar rumah kita yang bersebelahan, kita saling melambaikan tangan. Besoknya, kita sudah bermain bersama.

Aku baru saja pindah ke Surabaya saat itu dan senang sekali bisa punya teman main yang sepantaran. Saat TK, kita sekolah di tempat yang berbeda. Mainanku memang tak pernah sebanyak mainanmu. Tapi kamu tak pernah pelit meminjamkannya padaku, malahan kadang ibumu membelikan kita berdua mainan yang sama biar nggak berebutan. Kalian sungguh baik :).

Waktu TK nol besar, aku lebih dulu bisa membaca daripada kamu- kata tanteku, yang kupanggil Mbak Aan, yang namanya sama dengan kakakmu, yang kamu panggil mbak Aan juga, lucu ya 😀 – kakakmu ingin kita sekolah di SD yang sama. Agar kita bisa belajar bersama, bisa pintar sama-sama. Akhirnya kita satu sekolah. Dari kelas 1 sampai kelas 6, kita satu kelas meski jarang sebangku. Karena sistem tempat duduk yang diatur guru. Meski kita berdua sama-sama sering di 5 besar ranking kelas, tapi nilaiku selalu lebih bagus darimu, tapi lihat sekarang, siapa yang berhasil jadi dokter? I’m very proud of you 🙂

Suatu pagi, saat itu kita masih 7 tahun, aku terkejut saat di depan rumahmu ramai oleh orang-orang berdatangan. Tenda didirikan dan banyak karangan bunga di depan. Di salah satu sudut, aku melihatmu memeluk Al-qur’an, mengenakan kerudung kuning, dengan mata sembab.

“Pak Wardi meninggal,” kata Mba Aan-ku menyebut nama ayahmu.

Aku ikut sedih, sungguh sedih. Tapi bukannya aku tak mau menghampirimu dan memelukmu. Rumahmu ramai saat itu, tak lama kemudian kamu menghilang masuk ke dalam rumah, dan aku tak berani menyusul ke sana. Banyak orang-orang dewasa yang tak kukenal dan kamu tahu kan, aku penakut. Akhirnya, aku cuma diam di pagar rumah, menatapmu sambil diam-diam ikut merapal doa semoga ayahmu tenang dan kamu selalu diberi kekuatan. Meski begitu, kamu pasti tahu, kalau esok harinya sampai seterusnya, aku selalu berusaha menghiburmu agar kamu nggak sedih lagi. 22 tahun kemudian, kamulah yang akhirnya menghiburku saat ibuku meninggal. Pagi itu di tengah-tengah jadwal jaga pasienmu yang aku tahu sangat padat, kamu menyempatkan diri meneleponku, memberi kekuatan.

Dulu kamu pernah tidak masuk sekolah sangat lama, aku lupa saat itu kita kelas berapa. Mbak Aan-mu bilang padaku, kamu sakit, jadi nggak bisa masuk sekolah dulu. Lalu kutanya, kenapa sakitnya lama. Mbak Aan-mu memberikan penjelasan tapi tentu saja aku tak paham saat itu. Kamu sakit gigi. Hampir sebulan penuh tak masuk sekolah. Sepulang sekolah hampir setiap hari aku selalu ke rumahmu. Menemanimu bermain, membantumu mencatat pelajaran yang tertinggal. Dan aku nggak akan pulang sebelum nenekku berteriak dari pagar rumah, “Daaaa!!”

Suatu hari, kamu punya sepeda baru. Aku merengek habis-habisan pada ayahku minta dibelikan sepeda juga. Bukan iri padamu. Aku ingin punya sepeda biar kita bisa sepedaan sama-sama. Karena biasanya kamu selalu memboncengku di depan atau berdiri di belakang, dan kita sering jatuh gara-gara itu. Besoknya, ayah benar-benar membelikan aku sepeda. Meski bekas dan tak sebagus punyamu, aku senang sekali! Dengan adanya sepeda, area jajahan petualangan kita semakin luas kan? Kita bisa ikut teman-teman yang lain sepedaan ke Masjid Agung setiap minggu pagi di Karah sana. Kita bisa rame-rame ke Ketintang untuk sewa vcd film dan kemudian nonton bareng-bareng di rumahmu. Karena ada sepeda juga, kita bisa keliling ke rumah teman-teman yang waktu itu telat mengembalikan majalah atau komik yang kita sewakan, kita punya persewaan buku waktu itu, kamu ingat kan? Perpustakaan Winnie The Pooh, namanya. Namanya sesuai dengan tokoh kartun favoritmu. Letaknya di ruang tamu samping rumahmu. Hanya ada 1 rak, tapi penuh dengan majalah dan komik koleksi kita, yang kita relakan untuk dipinjam anak-anak lain, agar mereka suka membaca juga seperti kita. Tapi seingatku, banyak buku yang tidak kembali 😦 koleksi Goosebumps-ku, Doraemon-ku 😦

Ternyata, waktu berlalu sangat cepat. Lulus SD aku pindah ke Malang. Sedih karena kita tak bisa melewatkan masa remaja bersama. Tapi setiap ke Surabaya aku tak pernah lupa sekalipun untuk menemuimu. Bertukar cerita tentang cinta pertama, pacar pertama, ciuman pertama, tentang genk-genk kita di SMP sampai SMA. Meski jarang bertemu, meski tak lagi bisa sama-sama, meskipun kamu di mana dan aku di mana, tapi aku sendiri juga bingung, kenapa persahabatan kita tetap terjaga? Cerita tentang kita masih mengalir. Kita masih berbagi. Kita masih saling mendukung dan saling ada.

Kalau harus diceritakan ke mereka semua, sangat banyak hal-hal menyenangkan yang kita sudah lewati, aku tak kan sanggup menceritakannya sendirian.

27 tahun. Apakah selain kita ada yang juga berhasil menjalin persahabatan selama itu?

Terima kasih sudah menjadi sahabatku selama ini. Terima kasih sudah menjadi salah satu hal paling kekal yang pernah kumiliki selain keluarga. Terima kasih selalu mau menerima tawa dan air mataku. Kamu dan aku tahu, saat ini kita sedang sama-sama mengalami masa sulit. Tetap saling menguatkan, ya.

Aku kangen kamu, by the way. Jadi kan tanggal 27 Januari ke Jakarta?

 

***

Day 3 : Lima Hal yang Ingin Dicapai Tahun Ini #KampusFiksiWritingChallenge

Sebenarnya, 2 tahunku kemarin terlewati dengan tanpa pencapaian. Apapun. Terutama soal kepenulisan. 2015 – 2016 adalah tahun yang berat untuk bisa fokus menyelesaikan draft yang terbengkalai. Jadi, menyelesaikan naskah akan jadi salah satu dan yang paling utama dari lima hal yang ingin aku capai di tahun ini. Dan untuk empat hal lainnya, aku cukup lama memikirkan sebelum menuliskannya di tantangan hari ini. Karena ada beberapa hal yang sangat ingin kucapai tapi aku tidak ingin semua orang tahu, secret ha..! 

Oke, jadi berikut adalah 4 hal lain yang ingin kucapai di tahun ini selain yang sudah kusebut di atas :

  • Nerbitin novel baru Beberapa waktu lalu, aku pergi ke surga, ya begitulah kami booklovers menyebut toko buku, setelah sekian bulan tidak menyambangi tempat paling indah penghilang stres itu. Sudah lama juga kupikir aku ke toko buku dan tidak menemukan bukuku sendiri di sana. Sangat lama. Terakhir tahun 2014 ketika Pemetik Air Mata, novel keduaku dan Gadis 360 Hari yang Lalu, antologi kampus fiksi emas terbit.  Menemukan buku-buku milik sahabat-sahabat penulisku berjajar cantik di surga, sudah pasti membuatku iri sekaligus termotivasi. Setelah hal terpenting dari proses menyelesaikan naskah, tentu saja semua penulis mengiyakan hal yang sama, yaitu naskahnya diterbitkan oleh penerbit mayor dan buku mereka ada di salah satu rak di surga. Begitu juga dengan aku, setidaknya, setelah 2 tahun vakum menulis dan tak ada 1 karya pun yang terbit, aku ingin setidaknya tahun ini bisa menerbitkan 1 atau 2 novel. Mari semua mengamini. Amin.
  • Ngabisin timbunanKemarin, seseorang memberi tantangan padaku. Dia bertanya, kira-kira ada berapa jumlah buku koleksimu yang masih tersegel dan belum dibaca. 50 lebih mungkin, 70 an, begitu kujawab. Kemudian dia mengatakan lagi, “Baca semua timbunanmu itu, buat review-nya satu persatu agar kau tidak curang, lalu tunjukkan padaku, setelah itu kau mau buku berapa judul, sebut saja, akan kubelikan!” And I said, “Deal!!” Challenge accepted. Wish me luck, gaes! 
  • Memulai usaha sendiri Menengok segala hal berat dalam bidang keuangan yang terjadi tahun lalu, aku sangat ingin punya usaha sendiri di tahun ini. Tak perlu langsung besar. Tentu saja pelan-pelan dimulai dari nol. Setidaknya, aku harus punya tabungan, dan ekstra uang simpanan untuk hal-hal yang bersifat mendadak. Yang ada dalam pikiranku sih sekarang bisnis makanan atau cemilan. Karena selain nulis, hal lain yang aku suka dan aku bisa adalah masak (dan makan). Meskipun selama ini masak bukan menjadi hobi utamaku, but I’m good in this thing. Trust me. Mmm, atau mungkin kalian punya ide aku harus memulai usaha apa?
  • TripBingung juga ternyata memikirkan hal apalagi yang ingin dicapai tahun ini. Akhirnya aku kepikiran soal ini. Perjalanan. Entah nanti harus melakukan sendiri atau rame-rame dengan sahabat, tapi aku ingin menyisihkan sekitar 2-3 minggu waktuku tahun ini untuk perjalanan estafet menggunakan kereta dari Jakarta – Banyuwangi. Singgah di beberapa kota yang di sana mungkin ada teman atau kenalanku. Hmm belum kupikirkan lagi matang-matang sih. Ya, kita lihat saja nanti. Key!

 

Selesai!! Dan, nggak ada kata yang paling tepat lagi untuk mengakhiri tulisan hari ini selain, amin.

See ya next day 🙂

*foto dokumen pribadi

Day 2 : 3 Hal yang Bikin Histeris #KampusFiksiWritingChallenge

Baru sempet nulis tantangan hari dua menjelang batas suci dibentangkan sama momon. Untung belom ketinggalan. Bhehehe.

Histeris itu artinya kalo dari KBBI  : his·te·ris /histéris/ a bersifat histeria: disambut dng teriakan — .

Sedangkan histeria diartikan : his·te·ria /histéria/ n Psi gangguan pd gerak-gerik jiwa dan rasa dng gejala luapan emosi yg sering tidak terkendali spt tiba-tiba berteriak-teriak, menangis, tertawa, mati rasa, lumpuh, dan berjalan dl keadaan sedang tidur

Yang aku ingat, terakhir kali aku histeris adalah ketika momen ibukku meninggal dunia. Siapa yang tidak? Jangankan aku, ayahku tak kalah histerisnya sampai hampir jatuh karena tak mampu menopang badannya sendiri. Hanya adikku yang tetap tenang meski sesekali aku melihat ia menghapus titik air di sudut matanya.

Saat itu, hari Jumat tanggal 4 November 2016, pukul 1 lebih sekian puluh menit dini hari, ketika adikku menelepon dari rumah sakit dan mengabarkan berita ibu meninggal. Jantungku rasanya jatuh. Tanganku gemetaran membangunkan ayah, tak tega mengabarkan kabar paling buruk yang kami tidak pernah inginkan. Aku masih belum menangis. Tapi jantungku bergetar tak karuan, sekujur tubuh rasanya lemas dan seingatku cuma bayangan wajah ibuk yang memenuhi pikiran. Aku bergegas ke rumah sakit diantar sanak saudara karena ayah tak memungkinkan lagi kondisinya. Sampai rumah sakit, barulah aku menangis sejadi-jadinya di samping jenazah beliau.

Selama ini aku selalu teriak tak karuan kalau ada kucing mendekat, atau tak sengaja bulunya menyentuh kulitku. Aku juga pernah histeris teriak kegirangan waktu lolos SPMB di universitas yang kuinginkan. Aku selalu teriak ketakutan kalau naik wahana tornado dan sejenisnya di Jatim Park. Aku juga sering terbangun dari tidur dengan teriakan karena mimpi buruk atau tindihan.

Tapi kurasa, pagi itu, di samping jenazah ibu, adalah tangisan paling histeris yang pernah kualami seumur hidupku.

***

30 Days Writing Challenge. Day 4, 5, 6, and 7

Kemarin saya posting tantangan nulis hari ke 4-7 di facebook. Nggak afdol kayaknya kalo nggak dipindah di sini. Biar makin penuh aja ini blog. Hehe.

Day 4 : Write About Someone Who Inspires You

Belakangan aku lagi ngefans sama Pia Devina

Salah satu sahabat nulisku. Dulu start dari nol sama dia. Kenal gara-gara sama sama menang lomba cerpen salah satu penerbit mayor dan sama-sama jadi hunter lomba nulis, mulai dari saling ngingetin kalo ada lomba ini itu, saling ngingetin deadline, saling nyemangatin kalo ada salah satu yang kalah lomba, mojok bareng di mcd atau dunkin buat ngejar deadline naskah, berburu buku diskonan bareng, lalu bareng-bareng di Kampus Fiksi dan akhirnya sama-sama ngelahirin novel pertama di waktu yang hampir berdekatan.

Sampai akhirnya negara api menyerang di kehidupanku *halah* dan aku mulai kalah jauh sama sepak terjang perempuan keren istri dari filsuf gula dalam toples ini. Novelnya sekarang udah banyaaaak banget. Dan project-nya ke depan juga masih banyak yang ngantri.

Belakangan aku mulai fokus nulis lagi meskipun belom ada naskah yang selesai lagi, tapi ini kemajuan pesat secara udah 2 tahun kemaren aku beneran vakum nulis. Salah satu semangatnya muncul dari ibu pia ini. Di salah satu grup whatsapp sering banget bahas progress nulis beliau. Dan itu menginspirasi banget.

Semoga tahun ini semangat nulisku bisa balik lagi kayak pas dulu awal-awal berjuang sama pia. Amin

 

Day 5 : List five places you want to visit

Ini 5 tempat yang lagi pengen banget aku datengi sekarang ini. Soalnya kadang berubah-ubah sih :’D

1. TB. Gramedia (mana aja) : Dari sebulan belakangan pengen ke sana belom sempet-sempet. Waktu ada, tapi magernya minta ampun.

2. Barcelona : Ini impian dari lama yang entah kapan terwujudnya. Bhahaha.

3. Yogyakarta : pengen ikut #CampingKampusFiksi tapi masih liat sikon nanti. Hoo.

4. Martabak Poni Bogor : Baru aja kemaren liat menu-menunya di IG, yasalaaam menggoda lidah :’D

5. Pontianak : pengen ketemu DiNar Kusuma Wardani

15994729_10210525526247075_4608330624384137158_o

 

Day 6 : Five Ways to Win Your Heart

Mau ngambil hati saya? Dalam hal apapun itu, nggak ribet sih karena saya orangnya gampangan #heh. Nggak ada hal yang harus gimana-gimana, asal jangan bikin ilfil aja. Biasanya kalo untuk first impression yang baru kenal, asal nggak gede omongannya aja, siapapun dia saya pasti terkesan :’D

Day 7 : List 10 songs that you’re loving right now

Magabut banget ini aku kayaknya nulis writing challenge-nya :’D Cuma tinggal kasih list aja gitu :’D

1. Virgoun – Surat Cinta Untuk Starla
2. Bryan Adams – Please Forgive Me
3. Fredy – Dan Aku Galau
4. Road – G.O.D
5. Rapuh – Agnes Monica
6. Jangan Bersedih – Tiffany Kenanga
7. Not With Me – Bondan feat Fade 2 Black
8. Kiss The Rain – Yiruma
9. Closer – The Chainsmokers ft Halsey
10. (Curse Of) The Downtown Dogz – Cigarette Nation
11. Pasti Ku Bisa – Sheila on 7
13. Home – Daughtry
14. Bautiful in White – Westlife
15. Hall of Fame – The Script

Kelebihan 5. Bodoamat :’D

 

***

Day 18 : 30 Facts about Me

Seharian mau nulis challenge yang tema ini nggak jadi-jadi, soalnya masih mikir fakta-fakta apa tentang aku yang kiranya penting atau pantes di-post. Tapi ya sudahlah daripada jadi utang, mending nekat ditulisin aja meskipun banyak fakta yang micin dan nggak penting :’D

  1. Waktu lahir dikira anak cowok dan sama ayahku udah disiapin nama Wildan Halifmanu. Ya rupanya pas gede jadi tomboy juga mungkin karna harapan ayah dari kecil punya anak cowok :’D Wildan akhirnya jadi nama adekku yang lahir 11 tahun kemudian. 281365_4654099323144_975759600_n
  2. Takut sama kucing. Mendingan megang kecoak, ulet, cicak, biawak, komodo atau gajah sekalian daripada disuruh megang kucing 😥 Pernah pingsan gara-gara dipaksa megang kucing sama temen-temen.
  3. Selalu bawa tisu basah kalo ke mana mana.
  4. Bisa masak. Kalo masak selalu enak hasilnya *uhuk* tapi nggak hobi masak :’D
  5. Nggak doyan durian. Biarin.
  6. Nggak doyan sayuran hijau. Rasa dan bunyinya kalo dikunyah aneh.
  7. Cuma mau minum susu yang rasa cokelat aja
  8. Pemuja nangka garis keras.
  9. Pernah berantem sama temen cowok pas SD namanya Ganjar, dia sampe nangis terus aku dipanggil ke kantor guru ._.
  10. Pernah jadi ketua OSIS pas SMP
  11. Sering ranking 1 pas SMP bukan karna asli pinter, tapi giat belajar biar ibuk ga malu, soalnya sekolah di tempat ibu ngajar. Begitu SMA, baru keliatan aslinya. Terjun bebas nilai. Bhahahha XD
  12. Pernah ikut cheerleader di SMA, cuma karena kurang orang dan aku bisa kayang 😐
  13. Ciuman pertama pas kelas 3 SMA di bioskop
  14. Selalu bikin checklist untuk apapun yang mau dilakukan, dibeli, dituju, pokoknya apa aja. Soalnya aku aslik berantakan banget orangnya dan lupaan.
  15. Huruf p di keyboard laptopku udah rusak sejak beberapa bulan belakangan ini. Alih-alih ngebenerin atau beli keyboard usb baru aku malah pake on-screen keyboard buat nongolin huruf p kemudian Ctrl C hurufnya dan gunain Ctrl V setiap mau ngetikin huruf p, dan udah terbiasa dengan hal itu. Sakti.
  16. Ngefans banget sama Sheila on 7 dan Greenday dari SD sampe sekarang. Juga ngefans sama band Inggris bernama McFly, sampe bela-belain nabung dan nonton konsernya pas mereka manggung di Jakarta. Tapi mungkin nggak banyak orang Indonesia yang tau band ini 😐 Dan aku surprise pas tau kalo RezaNufa tau dan suka sama lagu-lagu band ini juga. 😀
  17. Pernah nonton konser Avril Lavigne gratisan, tiket dapet hadiah dari menang kuis Fruittea di twitter XD
  18. Kebiasaan jelek kalo makan sesuatu dari tangan (bukan nasi) selalu ngambil dan makannya pake tangan kiri. Udah berkali-kali diingetin susah ngubahnya 😦
  19. Nggak suka sikat gigi kalo malem mau tidur ._.
  20. Mual dan pengen muntah kalo liat orang sikat gigi di depan mata langsung ataupun dari tv dsb. Ga bisa liat busa di mulut orang 😦
  21. Kalo makan lama banget. Selalu kelar belakangan kalo lagi makan bareng siapapun 😐
  22. Selalu tidur kalo naik kendaraan roda 4 atau lebih. Kalo nggak, mabok.
  23. Susah tidur kalo nggak ada guling.
  24. Pernah kurus. Tolong percaya ya.
  25. Masih main Line GetRich, sampai sekarang 😐
  26. Selalu parno kalo mau masuk bangunan bertingkat yang rame orang, kayak mall, rumah tingkat 2, gedung kantor dll. Takut rubuh ._. Tiap mau masuk tempat-tempat itu pasti merinding, gemeteran, mules, tapi kalau udah masuk dan beraktivitas di dalamnya, baik-baik aja sih. Oh iya, takut juga naik bus atau kendaraan yang udah penuh, sesak, sampe ada yang berdiri2 penumpangnya 😦 Makanya lebih suka naik kereta.
  27.  Ngomong-ngomong soal kereta, udah pernah sekitar 4 atau 5 kali ketinggalan kereta seumur hidup, dan satu kali ketinggalan tas di gerbong kereta, untungnya yang nemu orang baik, jadi dikembaliin :’D
  28. Padahal udah diem dan anteng, tapi pasti ada aja ini kaki atau tangan ga sengaja nyenggol gelas atau apapun yang ada isinya sampe tumpah. Atau kalo lagi ke Indomaret atau minimarket apapun pasti ada aja nyenggol sesuatu di rak sampe jatuh. Padahal nggak ngapa-ngapain 😦
  29. Nggak bisa tidur kalo kaki gerah. Oke ini mungkin aneh atau kalian nggak ngeh sama maksudku. Jadi gini. Dulu waktu kecil aku tinggal di Surabaya, dan kota itu kan panas buanget. Jadi aku selalu minta dikipasin sama ibuk, atau pake kipas angin, tapi cuma bagian kaki doang. Dan itu berlaku sampai sekarang. Misalkan lagi di udara dinginpun, pasti aku cuma selimutan sampe bagian betis doang :’D pokoknya kaki nggak bisa kena gerah :’D
  30. Ada sekitan 50 an buku/novel yang masih segelan rapi di rak dan ada sekitar 50 an juga buku yang udah lepas segel tapi belum dibaca, dan masih berencana untuk nambah timbunan. Yang penting punya dulu aja yes :’D

 

Hosshh!!  Akhirnya kelar juga tantangan nulis hari ini :’D

See you next day! 🙂